Mahasiswa Asing UINSA asal Somalia Teliti Sarung Indonesia

Mahasiswa UINSA asal Somalia Abdirrihim Ahmed Muse saat menjalani sidang Tugas Akhir di kampus setempat. ANTARA/HO-UINSA. Mahasiswa UINSA asal Somalia Abdirrihim Ahmed Muse saat menjalani sidang Tugas Akhir di kampus setempat. ANTARA/HO-UINSA.

Surabaya: Abdirrihim Ahmed Muse, mahasiswa asing asal Somalia, lulus dari Program Studi Sistem Informasi Fakultas Saintek Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA). Tugas akhir Muse berupa penelitian tentang sarung Indonesia.

Lewat pernyataan tertulis UINSA Surabaya pada Minggu, 9 Juni 2024, Muse disebut menyelesaikan tugas akhirnya yang berjudul "Enhancing Supply Chain Efficiency from Indonesia to Somalia in Urban Logistics." Penguji tugas akhir ini adalah Dr.Eng. Anang Kunaefi, M.Kom dan Khalid, M.Kom, dengan supervisor Dr. Yusuf Amrozi, M.MT, dan M. Yasin, M.Kom.

Penelitian Muse menyoroti proses perdagangan sarung Indonesia dari Gresik yang diproduksi oleh PT. BHS, dan bagaimana industri sarung dari Indonesia ini telah meningkatkan daya saingnya di pasar internasional selama beberapa dekade.

Menurut Muse, hampir seluruh penduduk Somalia adalah Muslim, dan sarung digunakan setiap hari, baik untuk ibadah maupun keseharian.

Dalam penelitiannya mengenai perdagangan internasional,  Muse menilai bahwa manajemen rantai pasok yang baik dapat memangkas biaya dan meningkatkan efisiensi di sepanjang rantai pasok. Ia menyatakan bahwa produsen mampu menempatkan positioning yang kuat, menjamin keberlanjutan, memanfaatkan teknologi, dan mempertahankan standar kualitas tinggi, yang mendorong pertumbuhan dan ketahanan bisnis jangka panjang bagi kedua negara.

"Struktur sistem rantai pasok adalah bagaimana mendapatkan bahan baku, memproduksi barang, dan mendistribusikannya secara efisien dengan melibatkan berbagai mitra di sepanjang rantai pasok. Untuk memotong biaya dan mempersingkat lead time, inefisiensi harus diatasi, terutama dalam manajemen persediaan dan logistik," ujar Muse dikutip dari Antara, Senin, 10 Juni 2024.

Menurut Muse, kunci untuk meningkatkan transportasi logistik antara Indonesia dan Somalia adalah pemahaman dan pemanfaatan istilah yang diakui secara internasional, seperti terminologi Incoterms.

"Kedua belah pihak harus mengadopsi persyaratan yang jelas dan standar dalam hal kontrak penjualan mereka untuk menggambarkan tanggung jawab, biaya, dan alokasi risiko, sehingga memastikan perdagangan internasional tersebut dapat lancar dan efisien," tambahnya.

Selaku penguji, Dr. Anang yang merupakan lulusan Kumamoto University Jepang, menyambut baik kelulusan mahasiswa internasional pada Program Studi Sistem Informasi ini. "Insya-Allah, tahun ajaran baru ada empat mahasiswa asing yang kuliah di Prodi SI," ujarnya, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Program Studi Sistem Informasi.

Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah mahasiswa asing dari berbagai benua telah menempuh studi di UINSA baik di jenjang sarjana maupun pascasarjana. Salah satunya, Muse dan rekan-rekan dari Somalia.

"Empat tahun tinggal di Indonesia dia telah cakap berbahasa Indonesia. Dia senang dengan kuliner Jawa Timur, serta telah berkunjung ke objek wisata di Jatim dan sekitarnya," ungkapnya.

Pengalaman kerja praktik/magang dan penelitian di PT. Behaestex Gresik juga mendorong Muse untuk turut mengirim atau menjual produk sarung dan lainnya ke negara asalnya.


(SUR)

Berita Terkait