Kreatif, 4 Mahasiswa Kesehatan Unusa Cipatakan Hjiab Aromatik

Adelina Pratiwi dan rekannya menunjukkan hijab aromatik atau Hi Best untuk para hijabers agar tetap nyaman dan harum saat memakai hijab dalam waktu lama (Foto / Hum) Adelina Pratiwi dan rekannya menunjukkan hijab aromatik atau Hi Best untuk para hijabers agar tetap nyaman dan harum saat memakai hijab dalam waktu lama (Foto / Hum)
SURABAYA : Bagi perempuan yang mengenakan hijab tentu pernah mengalami bau tak sedap. Bau itu berasal dari gerah dan keringat saat beraktifitas. Semakin aktif kegiatannya tentu hal itu membuat hijabers tak nyaman. Dari pengalaman itulah, empat mahasiswa dari Fakultas Kesehatan Unusa membuat Hi Best (Hijab Fresh Aromatik).

Empat mahasiswa ini masing-masing Iqbal Firdaus, Adelina Pratiwi keduanya mahasiswa Prodi Kesehatan Masyarakat dan Meliyani Syafiri dan Aisyah Aini, mahasiswa Prodi S1 Gizi. Ide membuat hijab aromatik ini dinyatakan lolos dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM).

Salah satu anggota tim, Adelina Pratiwi menceritakan, sebelumnya ia dan dua rekannya suka menggunakan hijab dengan bahan yang tebal, akibatnya membuat gerah dan berkeringat hingga menimbulkan bau yang tidak sedap. Atas kejadian itu, ia mengajak salah satu mahasiswa cowok, Iqbal Firdaus, meneliti dan mencari solusi agar hijab yang ia kenakan tidak bau serta nyaman digunakan.

"Kami mencoba meneliti ke berbagai pasar untuk mencari bahan kerudung yang nyaman saat dikenakan dan tidak menimbulkan bau tak sedap, tapi tidak ada. Akhirnya saya terpikir untuk membuat hijab itu sendiri," jelasnya, Jumat 20 Agustus 2021.

BACA JUGA : Montir Cantik di Kediri Viral, Ternyata Mantan Guru TK

Sebelum memutuskan membuat hijab aromatik, keempatnya sempat mengirimkan kuesioner kepada mahasiswa Unusa lainnya. "Kebanyakan dari mereka ingin hijab yang ringan dan tidak bau apek," kata Adelina.

Dari keinginan yang ia peroleh melalui kuesioner itulah mereka kemudian mencari bahan kain yang cenderung ringan serta dingin saat digunakan. Kemudian agar terhindar dari bau, mereka memiliki ide untuk menambahkan kantong kain berisi aromatik pada bagian dalam dagu.

"Aromatiknya kami padatkan dan dimasukkan kedalam kantong kecil di bawah dagu untuk pewanginya," imbuhnya.

Dengan menggunakan bahan yang ringan dan hanya satu lapis serta ditambah kantong aromatik dibagian dalam dagu membuat Hi Best nyaman saat dikenakan. "Aromatik ini menyebabkan kenyamanan dan tidak gerah saat digunakan sehingga tidak menimbulkan bau tak sedap. Yang muncul justru bau aromatik yang segar dan wangi," jelasnya.

Keempat mahasiswa ini membandrol karyanya seharga Rp55 ribu tiap kerudung. Selain itu mendapat dua blok aromatik didalam kantong kecil. Kini produknya bisa dibeli melalui aplikasi Shoppe dengan cara ketik Hi Best Indonesia atau melalui intagram dengan @hi.besthijab.

"Saat ini sudah terjual sekitar 10 hijab dan respon masyarakat suka, karena ada aromatiknya. Jika aromatiknya habis kami juga menyediakan isi ulangnya," pungkasnya. 


(ADI)

Berita Terkait