GRESIK: Warga Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, memanfaatkan limbah domestik untuk budi daya jamur tiram. Budi daya ini menggunakan baglog yang dibangun di wilayah setempat.
Kepala Desa Sidorukun, Djuli Aspug, mengatakan program budi daya jamur ini dilakukan di wilayah RW 03 Desa Sidorukun. Program ini merupakan perluasan dari Kelompok Usaha Bersama (Kube) Fleurir di RW 04.
"Tahun ini, budi daya jamur tiram yang menggunakan \baglog ini dibangun di sana (Sidorukun). Dan upaya ini dikembangkan bersama Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore (PHE-WMO)," jelas Djuli, seperti dikutip dari Antara, Kamis, 16 Juni 2022.
Field Manager PHE WMO, Sapto Agus Sudarmanto, memaparkan keberadaan budi daya jamur ini menjadi media pembelajaran dan wisata edukasi yang terbuka bagi institusi pendidikan dan dinas. Salah satunya, melakukan wisata petik jamur di Desa Sidorukun.
BACA: Bangkit dengan Satu Kaki, Tukang Las Ciptakan Kerajinan Cantik dari Limbah Otomotif
Terdapat dua tandon instalasi pengolahan air limbah (IPAL) domestik yang masing-masing memiliki kapasitas 2.200 liter dan 1.100 liter. Tandon ini menampung limbah domestik dari 116 kepala keluarga di wilayah RW 03 Desa Sidorukun.
Selanjutnya, hasil pengolahan air limbah itu dimanfaatkan warga untuk menyirami tanaman dan budi daya jamur. Air limbah juga bisa dimanfaatkan untuk menjaga kelembapan suhu di dalam kumbung jamur menggunakan alat nozzle spray.
"Ada dua bak kontrol yang berisikan koral, pasir, arang batok kelapa dan ijuk. Bak kontrol pertama terhubung dengan bak kontrol, dengan memanfaatkan pompa air jet melalui pipa 4 inci untuk memompa air ke tandon air 1100 liter," papar Sapto.
Dari dua tandon ini, air dipompa melalui dua tabung filter yang berisikan karbon aktif, pasir silika, dan manganese ke tandon air 2.200 liter. Dengan menggunakan empat ribu baglog, warga bisa memproduksi 20 kilogram jamur per hari, dengan rata-rata penghasilan Rp400.000 per hari.
Jamur yang diproduksi bisa diolah menjadi produk olahan seperti jamur krispi, sempol jamur, dan manisan jamur. Saat ini, kelompok masih dalam masa inkubasi 4.000 baglog dan diharapkan pada 120 hari ke depan dapat dilakukan panen pertama.
(UWA)