Kekhawatiran Ekonomi Memburuk Picu Rupiah Menguat

Pegawai menunjukkan mata uang rupiah dan dolar AS di salah satu gerai penukaran mata uang di Jakarta. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/YU/aa. Pegawai menunjukkan mata uang rupiah dan dolar AS di salah satu gerai penukaran mata uang di Jakarta. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/YU/aa.

Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS yang ditransaksikan antarbank di Jakarta menguat pada Rabu, 26 Oktober 2022, pagi. Hal ini dipicu kekhawatiran ekonomi yang bisa memburuk karena kenaikan secara agresif suku bunga bank sentral Amerika Serikat The Federal Reserve (The Fed).

Rupiah pada pagi ini menguat 23 poin atau 0,15 persen ke posisi Rp 15.600 per dolar AS. Sebelumnya, posisi pada penutupan perdagangan adalah Rp 15.623 per dolar AS.

“Kembali muncul kekhawatiran kondisi ekonomi AS yang memburuk akibat kebijakan moneter agresif dari bank sentral AS,” kata Tim Riset Monex Investindo Futures, dilansir dari Antara, Rabu, 26 Oktober 2022.

The Fed sudah mengambil kebijakan kenaikan suku bunga sebesar 75 basis poin sebanyak tiga kali pertemuan sebelumnya, di mana ini menjadi langkah darurat untuk menekan inflasi yang tinggi di AS.

Namun, belum adanya tanda-tanda penurunan inflasi dan beberapa data ekonomi yang menunjukkan kondisi ekonomi yang semakin melemah, memberikan dukungan pada peringatan beberapa pejabat The Fed yang menyuarakan untuk lebih bersikap hati-hati dalam mengambil kebijakan moneter.


(SUR)

Berita Terkait