Soal Kecelakaan Bus Jombang, Polda: Sopir Bus Sempat Tertidur

Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Jawa Timur (Jatim) Kombes Pol. Komarudin memberikan keterangan ke jurnalis terkait kronologi kecelakaan bus pariwisata pengangkut rombongan pelajar asal Malang dan truk di Tol Jombang-Mojokerto, di Jombang, Jatim, Ra Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Jawa Timur (Jatim) Kombes Pol. Komarudin memberikan keterangan ke jurnalis terkait kronologi kecelakaan bus pariwisata pengangkut rombongan pelajar asal Malang dan truk di Tol Jombang-Mojokerto, di Jombang, Jatim, Ra
Jombang: Polda Jawa Timur mengungkapkan bahwa sopir bus sempat tertidur saat kecelakaan terjadi antara bus pariwisata yang mengangkut rombongan anak sekolah dan truk di Tol Jombang-Mojokerto, mengakibatkan dua orang meninggal dunia.

Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Jatim Kombes Pol. Komarudin menyatakan bahwa pihaknya telah meminta keterangan sejumlah saksi, termasuk sopir bus pariwisata tersebut, untuk mengungkap kronologi kejadian kecelakaan.

"Kronologi kejadian, bus pariwisata baru saja kembali mengantarkan rombongan setelah berlibur dari Yogyakarta akan kembali ke Malang. Di perjalanan, pengakuan sementara sopir bus sempat tertidur hingga bus lari ke kiri. Di depannya ada truk dan menabrak truk," kata Kombes Pol. Komarudin dikutip dari Antara, Kamis, 23 Mei 2024.

Ia menambahkan, kecelakaan terjadi di KM 695+400 jalur A Tol Jombang-Mojokerto, sebelum rest area. Bus tersebut membawa 51 orang yang terdiri dari guru dan murid SMP PGRI 1 Wonosari Malang.

Tim juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi kecelakaan. Hasil olah TKP menunjukkan bekas jejak rem bus sepanjang 69 meter.

"Kemudian dari mulai titik tabrak pengereman truk sampai bus berhenti itu sepanjang 188,2 meter, yang artinya dapat disimpulkan sementara bus dalam kecepatan tinggi," kata dia.

Pihaknya juga telah mendapatkan rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian, sehingga dapat melihat langsung insiden yang terjadi pada Selasa (21/5) malam.

Saat ini, penyelidikan masih berlangsung. Sejumlah saksi, termasuk sopir bus, masih dimintai keterangan.

"Sampai saat ini pengemudi bus masih dilakukan pemeriksaan. Kami dari Ditlantas Polda Jatim masih melakukan pendalaman," ujar Komarudin.

Kecelakaan tersebut melibatkan bus pariwisata Bimario dengan nomor polisi W-7422-UP dan truk dengan nomor polisi N-9674-UH di Tol Jombang-Mojokerto.

Insiden bermula ketika bus yang dikemudikan Yanto (36), warga Dusun Bendorejo, Desa Gembongan, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar, melaju dari Yogyakarta menuju Malang. Di KM 695+400, pengemudi yang membawa rombongan SMP PGRI 1 Wonosari, Malang, diduga mengantuk sehingga tidak bisa mengendalikan bus dan menabrak truk di depannya.

Truk yang dikemudikan Arif Yulianto (37), warga Lawang, Kabupaten Malang, berada di lajur kiri. Kecelakaan tersebut menyebabkan bus rusak parah.

Akibat kecelakaan, dua orang meninggal dunia: Edy Sulistiono (45), warga Dusun Semanding, Desa Banggle, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, yang merupakan kenek bus, dan Edy Kresna Handaka (61), warga Desa Ngebruk, Kecamatan Sumber Pucung, Kabupaten Malang, yang merupakan guru sekolah tersebut.

Selain dua korban meninggal, belasan lainnya mengalami luka-luka. Para murid yang selamat dievakuasi dengan bus pengganti, sementara korban meninggal dan luka dibawa ke rumah sakit.


(SUR)

Berita Terkait